Monday, January 4, 2016

Balada Pohon Jambu

Kemarin adalah hari terakhir pohon jambu di depan rumah menyumbangkan oksigen yang dihasilkannya untuk bumi. Ya, kemarin dengan terpaksa aku mengakhiri keberadaannya. Hal itu terpaksa aku lakukan karena mayoritas dahan pohon jambu tersebut memenuhi genteng rumah tetangga, dan dia sudah berkali-kali protes. Beberapa kali juga aku memotong dahan yang menjuntai ke gentengnya namun sepertinya dalam sekejap dahan itu tumbuh kembali. Mungkin pohon itu memiliki jutsu regenerasi sel yang luar biasa >.<.

Aku punya mimpi, bahwa suatu hari aku akan memenuhi seluruh kebutuhan pangan keluarga dari halamanku sendiri namun sepertinya aku harus menunda mimpi tersebut. Pohon itu memiliki daya tarik yang kuat, sehingga menarik anak-anak yang ada di dekat rumah untuk tiba-tiba berada diatas pohon tersebut hehehe. Tembok pagar rumahku dijadikan pijakan untuk memanjat pohon jambu tersebut, dan lama kelamaan tembok tersebut goyang karena memang tidak didesign untuk menahan beban berlebih. Pohon jambu itu pun sudah keropos dibanyak bagian dahannya. Hal itu memperbesar probabilitas kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada barang/orang disekitar pohon jambu tersebut.

Sekarang pohon itu hanya menyisakan sedikit batang tegak lurus yang dimanfaatkan untuk mengikat tali jemuran oleh tetanggaku. Berikutnya mungkin aku hanya akan fokus untuk menanam tanaman dengan ukuran yang lebih kecil atau menanam di pot.