Pagi ini hariku dimulai dengan cara yang salah, aku membuka mata dengan rasa kesal dihatiku. Kesal karena semalam aku gagal "kelonan" (baca: berhubungan badan) dengan istriku. Bukan gagalnya sebenarnya yang membuatku kesal, karena penyebab gagalnya adalah anakku yang tiba-tiba menangis saat ia sedang tidur, namun karena setelah istriku selesai menidurkan anakku lagi dia malah nonton tv dan menyuruhku tidur... wtf!!!
Di kereta dalam perjalanan ke kantor aku merenung, kenapa aku harus kesal sama istriku? lagi-lagi karena aku kalah sama egoku sendiri. Setiap hari istriku bangun jam 1/2 5 pagi, cuci baju, siapin sarapan, beresin rumah, mandiin anak kami lalu jam 7 harus sudah sampai di kantornya. Di kantornya ia sering bekerja di lapangan, ditemani terik matahari, asap knalpot dan picingan mata dari orang-orang di tempat yang didatanginya.
Disela kesibukan kerjaan kantornya ia masih harus menyempatkan diri untuk pumping ASI anak kami. Kadang jika aku menyelesaikan pekerjaan kantorku dirumah, ia masih harus membereskan rumah ketika pulang kerja. Lalu jam 5 kami akan menjemput anak kami dirumah mamah yang tidak terlalu jauh dari rumah kami, sampai akhirnya anak kami tidur sekitar jam 8.
Bodohnya aku, dari itu aja udah keliatan bahwa istriku ga punya waktu untuk ME time. Dulu semasa gadis ia sering ke salon sebagai aktivitas ME time, namun setelah menikah bisa dibilang ia tidak pernah lagi memikirkan dirinya. Semalam mungkin otaknya sedang jenuh dengan semua rutinitas hariannya, dan ia hanya menginginkan ME time-nya dengan menonton TV.
Saat menulis ini seperti ada lonjakan hormon ditubuhku, senyumku mengembang. Terima kasih ya Allah telah mengirimkan ia sebagai istriku...
No comments:
Post a Comment